Sang Penjaga Rimba ” Suku Anak Dalam “

Lxgroup.me – Banyak sebagian orang yang tidak mengetahui suku anak dalam. Sang penjaga rimba suku anak dalam, sampai saat ini masih bertahan hidup dengan cara yang masih tradisional didalam hutan belantara Sumatera. Jauh dari kata modernitas dan tekhnologi, namun kita harus bisa menyambangi suku anak dalam apapun jalannya.

Suku anak dalam merupakan suku asli dari Provinsi Jambi atau yang dikenal dengan nama lain dari orang rimba. Mulanya orang rimba itu berasal dari orang Minang, dengan keseharian mereka yang tidak menggunakan pakaian sama sekali. Hanya menggunakan kulit kayu untuk menutupi bagian kemaluan mereka saja, namun seiring modernisasi masuk, mereka kini menggunakan kain sebagai pakaian mereka.

Untuk suku anak dalam, perempuannya menggunakan kain sebagai pelindung tubuh mereka layaknya seperti kemben. Sementara para prianya menggunakan cawat, yaitu selembar kain yang dililitkan untuk menutupi selangkangan. Bagi suku anak dalam kain bukan hanya berfungsi sebagai penutup tubuh mereka saja, namun kain bisa menjadi sebuah mahar untuk pernikahan dan untuk membayar denda adat.

Jika sang penjaga rimba suku anak dalam melakukan kesalahan, maka harus membayar denda adat dengan menggunakan kain tersebut. Contoh, jika mereka kedapatan mencuri ikan maka denda yang harus dibayarkan yaitu 6 kain. Namun denda yang paling berat yaitu denda jika kedapatan menebang pohon sembarangan yaitu 100 kain.

Baca juga : 5 rahasia Gunung Fuji di Jepang Yang Tak Diketahui Masyarakat Jepang

Disinilah sang penjaga rimba suku anak dalam terlihat hidup berdampingan, para wanita biasanya bertugas mengambil jenis-jeni sayuran liar yang tumbuh disekitar hutan, dan buah-buahan tropis sebagai makanan pelengkap mereka. Sedangkan para lelaki pergi berburu hewan untuk santapan hidangan mereka. Target utama mereka biasanya babi, rusa, labi-labi hingga hewan lainnya, karena mereka pantang memakan hewan yang mereka ternakan. Bahkan hingga telurpun mereka tidak memakannya hanya karena masih keturunan dari hewan yang mereka ternak.

Kumpulan prediksi togel akurat

 

Hidup dihutan liar bagi suku anak dalam diwajibkan untuk mengetahui beberapa jenis tanaman liar, seperti tanaman obat liar. Pasak Bumi, tumbuhan kecil memiliki manfaat bagi mereka untuk menurunkan demam dan batuk, dengan mengambil akar dari tanaman ini mereka pun meraciknya. Dilihat dari akses yang sulit untuk meyambangi mereka inilah yang membuat mereka kesulitan untuk pergi ke fasilitas kesehatan.

Dengan adanya modernisasi saat ini, suku anak dalam pun sampai saat ini masih setia dengan adat keistiadatan mereka. Hidup dihutan belantara tanpa listrik dan tempat tinggal yang layak, serta fasilitas yang ala kadarnya bagi mereka. Akan tetapi, hidup mereka masih bersahaja dengan sesama dan terutama dengan alam. Sejatinya, peradaban manusia akan terus berubah, Budaya pun akan mengikuti pola hidup manusia. Secepat mungkin mereka pun akan melihat secara langsung tempat baru untuk mereka jelajahi yang merupakan kesempatan baik bagi mereka. Namun Suku Anak Dalam tetap memilih untuk mempertahankan budaya dan adat mereka.

Kita pun yang sudah memiliki kehidupan yang baik dan layak, harusnya bisa menjaga keseimbangan alam yang sudah sudah sediakan secara gratis bagi kita.

 

Baca juga : ( Website judi online terlengkap )

2 thoughts on “Sang Penjaga Rimba ” Suku Anak Dalam “”

  1. Pingback: Gempa Tiga Kali Getarkan Indonesia Hari Ini - LXGROUP

  2. Pingback: Sejarah Singapore 4D dan Singapore Toto - LXGROUP

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *