Oknum Brimob Menganiaya Kucing

LXGROUP.ME
Oknum Brimob Menganiaya Kucing

LXGROUP.ME – Baru-baru ini beredar berita tentang oknum brimob menganiaya kucing dengan cara melemparkannya ke dalam sebuah parit. Tidak hanya beritanya yang heboh tetapi videonya pun sudah ditonton oleh ribuan orang. Dan seperti biasa, dalam kolom komentar video tersebut, netizen mencela perbuatan oknum brimob tersebut.

Baca Juga: Memperingati Hari Tsunami Sedunia

Perbuatan oknum brimob menganiaya kucing mendapat kritik pedas dari netizen.

Terutama para netizen yang menyukai bintanag kucing. karena hal ini lah membuat pihak Mabes Polri melakukan penyelidikan. Dari keteran yang diberikan oleh Brigjen Awi Setiyono selaku Divisi Humas Polri. Dari hasil penelitian yang dilakukan pihak Mabes Polri, menyatakan bahwa video tersebut sebenarnya sudah lama ada.

Selain itu juga, diketahui kejadian tersebut di Polda Sumut. Sang pelaku sendiri disamarkan dengan inisial SS. Dari informasi yang didapat, sang pelaku melakukan tindakan tersebut dikarenakan kesal. Kejadian tersebut bermula ketika SS sedang istirahat untuk makan.

Ketika sedang lahap-lahapnya makan, lauk yang ada dimeja, tiba-tiba saja diambil oleh kucing. Merasa terganggu dan kesal karena lauk makanannya diambil, SS pun segera menangkap si kucing. Sangking kesalnya SS pun membawa ke sebuah jembatan, dalam video itu terlihat seseorang yang sedang berdiri diatas jembatan sambil merekamnya.

BANDAR JUDI TOGEL ONLINE HADIAH TERTINGGI SE-INDONESIA : KLIK DISINI

Orang tersebut pun sempat bertanya kepada SS, apakah yang digenggam dalam tangannya. Tanpa menjawab pertanyaan, SS segera melemparkan anak kucing ke sebuah parit tepat di bawa jembatan. Yang membuat kesal para netizen adalah SS tertawa senang setalah melempar kucing malang itu ke sebuah parit. Sontak tidakan itu memancing kritikan pedas dari para netizen yang menontonnya.

1 thought on “Oknum Brimob Menganiaya Kucing”

  1. Pingback: Akibat Ciuman Rating Melesat Akibat Ciuman Rating Melesat

Leave a Comment

Your email address will not be published.