Kisah Viral Nakes di Medsos, Rontgen Susuk hingga Rebutan Pasang Kateter

Lxgroup.me -Kisah Viral Nakes di Medsos, Rontgen Susuk hingga Rebutan Pasang Kateter Kemudian, dia penuh sesak dengan petugas kesehatan dengan kisah-kisah mereka tentang pasien yang tiba-tiba di media sosial. Sebagai yang terakhir, bidan memberi tahu negara pasien dengan sifilis.
Beberapa pengguna internet mengevaluasi bahwa cerita ini tampaknya benar-benar terlibat dalam memalukan pasien dan melanggar kode etik. Namun demikian, wanita itu mengakui bahwa ini tidak termasuk pelanggaran kode etik karena dia tidak menyebutkan identitas pasien.

Bahkan ada orang-orang yang menganggapnya berguna karena mengandung elemen pendidikan. Apalagi jika disampaikan oleh petugas kesehatan yang kompeten, sehingga mereka dapat menambahkan informasi.

BACA JUGA :

Kisah di Balik Viral Pemotor Membawa Jenazah di Atas Bronjong

Beberapa waktu lalu, Viral juga merupakan penampilan radiografi yang menunjukkan implan pada tubuh pasien. Kisah-kisah viral berikut kondisi pasien telah dirangkum oleh Lxgroup.me dari berbagai sumber.

1. Arahkan kateter untuk melihat Mr. P
Adegan kisah seorang wanita yang dicurigai sebagai perawat mengatakan padanya untuk ingin meletakkan kateter dengan seorang teman. Dia mengakui bahwa ini telah dilakukan semata-mata untuk melihat penis pasien pria dewasa.

Namun demikian, cerita viral belum ditemukan di akun Tiktok dari seorang wanita yang diduga perawat. Kisah ini sebenarnya adalah percakapan di akun @TubirFess yang diunduh pada hari Sabtu (25/04/2020).

“Bagaimana selang kateter pada pasien dewasa laki-laki,” tulis legenda bahwa terlihat pada gambar video Tiktok, akun @tubirfess.

“Sampai apa yang bertarung dengan Quagmire temanku, untuk mengambil tindakan ini,” lanjut legenda.

2. Sejarah pasien memiliki sifilis
Seorang bidan berada di luar pengguna internet untuk memberi tahu kondisi pasien yang memiliki sifilis. Dia mengatakan bahwa di akun Tiktok pribadinya @ m * ria ******.

“Karena itu, ada pasien yang mengendalikan dan blng dijelaskan kepada sifilis,” jelasnya.

Wanita itu mengatakan bahwa pasien tidak tahu sejak ketika dia menderita penyakit ini. Sampai dia tidak bisa menanggung kondisi pasien karena dia menghindari kemungkinan masalah dengan suaminya.

“Pasien ini benar-benar tidak bersalah. Tapi itu tidak berhasil membicarakannya, takut bertarung dengan suaminya,” lanjutnya.

Neizens mengevaluasi apa bidan ini memecah kode etik. Namun, ia percaya bahwa tindakannya tidak melanggar kode etik karena ia tidak menyebutkan identitas pasien.

“Sarana sebagai staf medis, Anda tidak perlu memberi Anda masalah pasien Anda di sini,” jawab Netizens @nir *** a.

BACA JUGA : AGEN TOGEL ONLINE AMAN TERPERCAYA

BANDAR JUDI TOGEL ONLINE HADIAH TERTINGGI SE-INDONESIA :
KLIK DISINI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *